Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul. Pada waktu-waktu tertentu (sesaat) dapat terjadi pengutuban atau
pembentukan dipol yang disebut dipol sesaat. Sisi bermuatan parsial negatif dari dipol sesaat akan mempengaruhi
kerapatan elektron molekul terdekat sehingga membentuk dipol, hal ini
memungkinkan dua molekul membentuk ikatan yang disebut gaya London.
Gaya tarik-menarik ini hanya berlangsung sesaat, dikarenakan dipol
sesaat dan terimbas muncul mengikuti fluktuasi elektron.
Molekul mempunyai sifat polarisabilitas berbeda-beda.
Polarisabilitas merupakan kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat
atau mengimbas suatu dipol. Polarisabilitas sangat erat hubungannya dengan
massa relatif molekul. Pada umumnya molekul dengan jumlah elektron yang besar
akan lebih mudah mengalami polarisabilitas. Jika semakin besar nomor massa
molekul relatif, maka semakin kuat pula gaya London yang bekerja pada molekul
itu. Misal, dua molekul propana saling menarik dengan kuat dibandingkan dua
molekul metana. Molekul dengan distribusi elektron besar lebih kuat saling
menarik daripada molekul yang elektronnya kuat terikat. Misal molekul I2 akan
saling tarik-menarik lebih kuat daripada molekul F2 yang lebih kecil.
Dengan demikian titik didih I2 akan lebih besar jika dibandingkan
dengan titik didih F2. Molekul yang mempunyai bentuk molekul panjang lebih
mudah mengalami polarisabilitas dibandingkan dengan molekul dengan bentuk
simetris. Misal deretan hidrokarbon dengan rantai cabang akan mempunyai titik
didih lebih rendah jika dibandingkan dengan hidrokarbon dengan rantai lurus.
Normal butana mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan isobutana yang
memiliki rantai cabang.
Elektron akan senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan
elektron dari satu orbital ke orbital lain mengakibatkan suatu molekul yang
tadinya bersifat nonpolar dapat menjadi polar. Sehingga timbul dipol (polar)
sesaat. Dipol tersebut disebut sesaat karena dapat berubah jutaan kali setiap
detiknya. Hal ini disebabkan adanya tarikan antara elektron satu molekul dan
inti molekul lain.
Suatu getaran dalam sebuah molekul mengimbas suatu geseran dalam
elektron-elektron molekul tetangga. Tarikan lemah ini pertama kali diuraikan
oleh ilmuwan fisika, berasal dari Jerman, Fritz London (dikenal London), pada
tahun 1930-an sehingga sering disebut gaya London. Mekanismenya terlihat
seperti gambar di bawah ini.
Mekanisme terjadinya gaya London.
Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.
Molekul nonpolar mempunyai sebaran muatan lautan elektron setimbang
dan simetris dalam keadaan normal, elektron terdistribusi merata dalam molekul.
Gaya london dapat dipengaruhi oleh ukuran molekul dan bentuk molekul. berdasarkan ukuran molekul, semakin besar suatu molekul, maka semakin jauh jarak elektron dari inti dan semakin kecil pengaruh tarikan inti sehingga lebih besar kemungkinan terjadinya polarisabilitas. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, ukurannya bertambah besar, sehingga gaya londonnya juga semakin besar. Berdasarkan bentuk molekul, jika bentuk molekul adalah rantai lurus, maka semakin besar kemungkinan terjadi polarisasi karena semakin terbukanya kemungkinan ikatan hidrogen.
sumber
http://www.bhataramedia.com/forum/apa-pengertian-polarisabilitas/
https://www.youtube.com/watch?v=WT20KfxkoS0
http://www.wikiwand.com/id/Gaya_antarmolekul
http://www.ilmukimia.org/2013/06/gaya-dispersi-london.html




