GUGUS FUNGSI
Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang
menentukan struktur dan sifat suatu senyawa. Senyawa-senyawa yang
mempunyai gugus fungsi yang sama dikelompokkan ke dalam golongan yang
sama. Gugus fungsi tersebut merupakan bagian yang paling reaktif jika
senyawa tersebut bereaksi dengan senyawa lain.
Gugus fungsi memainkan peran penting dalam mengarahkan dan mengendalikan
reaksi organik. Rantai alkil sering reaktif, dan arah reaksi spesifik
sulit; rantai alkil tidak jenuh dengan kehadiran gugus fungsional
memungkinkan untuk reaktivitas tinggi dan spesifisitas. Seringkali,
senyawa yang difungsikan dengan kelompok-kelompok tertentu untuk reaksi
kimia yang spesifik. Fungsionalisasi mengacu pada penambahan kelompok
fungsional untuk suatu senyawa dengan sintesis kimia. Melalui metode
sintesis rutin, setiap jenis senyawa organik dapat menempel ke
permukaan. Dalam ilmu material, fungsionalisasi digunakan untuk mencapai
sifat permukaan yang diinginkan; kelompok fungsional juga dapat
digunakan untuk menghubungkan molekul kovalen fungsional pada permukaan
perangkat kimia.
1. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol )
- Merupakan senyawa organik yang dapat dianggap berasal dari alkana yang salah satu atom hidrogennya diganti dengan gugus –OH. Dengan demikian alkohol memiliki gugus fungsi –OH.
- Adapun, Monohidroksi Alkohol : Alkohol yang memiliki satu gugus –OH dan Dihidroksi Alkohol: Memiliki dua gugus –OH
Macam-Macam Alkohol
- Alkohol PRIMER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat secara langsung oleh atom C
- Alkohol SEKUNDER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat secara langsung oleh atom C
- Alkohol TERSIER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat langsung oleh atom C
Tata Nama Alkohol
- Menurut IUPAC, nama alkohol diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengganti akhiran a menjadi akhiran ol dan memberi awalan angka yang dipilih sekecil mungkin jika diperlukan. Awalan angka diberikan jika alkohol yang dimaksud memiliki isomer.
- Selain IUPAC, alkohol juga memiliki nama trivial. Sesuai dengan rumus umumnya, R-OH, alkohol sederhana diberi nama alkil alkohol.
Isomer pada Alkohol
- Isomer posisi : Perbedaan letak atau posisi gugus tertentu
- Isomer fungsi : Perbedaan gugus fungsional
- Isomer optis : Pada alkohol yang memiliki atom asimetris
Sifat Alkohol
- Memiliki titik didih yang tinggi
- Pada suhu kamar alkohol suku rendah,alkohol suku sedang berbentuk cairan kental, dan alkohol suku tinggi berbentuk padatan.
- Kelarutan alkohol dalam air berkurang seiring dengan penambahan panjang rantai karbon.
- Kelarutan alkohol ditentukan oleh gugus –OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar.makin panjang rantai karbon makin berkurang sifat kepolaran alkohol sehingga kelarutannya dalam air (pelarut polar) berkurang,kelarutannya dalam CCL4 (pelarut nonpolar) makin bertambah.
a. Tata Nama Eter
Nama lazim dari eter adalah alkil alkil eter, yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter ( dalam tiga kata yang terpisah ).
CH3- CH2- O - CH3 Metil etil eter
Nama IUPAC adalah alkoksialkana. Dalam hal ini eter dianggap sebgai
turunan alkana yang satu atom H alkana diganti oleh gugus alkoksi ( -OR
).
CH3-CH2-O-CH3 metoksietana
b. Sifat-sifat Etero Sifat Fisis
Titik cair dan titik didih eter jauh lebih rendah daripada alkohol.
Demikian juga dalam hal kelarutan, eter lebih besar sukar larut dalam
air daripada alkohol. Pada umumnya eter tidak bercampur dengan air.
Pada suhu kamar, kelarutan etil eter dalam air hanya 1,5 %. Hal ini
terjadi karena molekul eter kurang polar.
o Sifat Kimia
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Eter
tidak beraksi dengan logam natrium. Eter terurai oleh asam halida,
terutama oleh HI.
c. Kegunaan Eter dalam kehidupan sehari-hari
Eter yang terpenting adalah etil eter yang dalam kehidupan
sehair-hari maupun dalam perdagangan disebut eter. Kegunaan utama eter
adalah sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Etil eter
adalah obat bius yang diberikan melalui pernapasan, seperti halnya
kloroform atau siklopropana.
3. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida )
Gugus fungsi aldehida itu disebut juga gugus formil.
a. Tata Nama Aldehida
Nama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan
mengganti akhiran a menjadi al. Tata nama isomer alkanal pada dasarnya
sama seperti tatanama alkanol, tetapi posisi gugus fungsi ( -CHO )
tidak perlu dinyatakan karena selalu menjadi atom karbon nomor satu.
CH3-CH-CH2-CHO
|
CH3
3-metilbutanal
Nama lazim aldehida diturunkan dari nama lazim asam karboksilat yang
sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata
asam. Misalnya asam format nama lazimnya adalah formaldehida.
b. Reaksi-reaksi Alkanalo Oksidasi
Pereaksi Tollens adalah suatu larutan basa dari ion kompleks
perak-amonia. Pereaksi tollens dibuat dengan cara menetesi larutan
perak nitrat dengan larutan amonia, sedit demi sedikit hingga endapan
yang mula-mula terbentuk larut kembali.
Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian yaitu Fehling A dan Fehling B.
Fehling A adalah larutan tembaga sulfat, sedangkan fehling B merupaka
campuran larutan NaOH dan kalium-natrium tartrat ( garam Rochlle ).
Pereaksi fehling dibuat dibuat dengan mencampurkan kedua campuran
tersebut, dicampurkan dengan larutan NaOH, membentuk suatu larutan yang
berwarna biru tua.
o Adisi Hidrogen (Reduksi)
Ikatan rangkap -C=O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi gas
hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebabkan
penuruna bilangan oksidasi atom karbon gugus fungsi. Oleh karena itu
adisi hidrogen tergolong reduksi.
c. Penggunaan Aldehida
Formaldehida merupakan aldehida yang paling banyak diproduksi dan mempunyai banyak kegunaan antara lain sebagai berikut.
o Untuk membuat formalin, yaitu larutan 40 % formaldehida dalam air.
Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan juga
mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh untuk mengawetkan makanan.
o Untuk membuat berbagai jenis plastik termoset ( plastik yang tidak meleleh pada pemanasan ).
4. Gugus Fungsi – CO – ( Keton )
a. Tata Nama Keton
Nama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi on.
Nama lazim keton adalah alkil alkil keton. Kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian diakhiri dengan kata keton.
CH3-CO-C2H5 metil etil ketonCH3-CO-CH3 dimetil keton
b. Sifat-sifat Keton
o Oksidasi
Keton adalah reduktor yang lebih lemah daripada aldehida. Zat-zat
pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollens dan Fehling tidak dapat
mengoksidasi keton. Oleh karena itu aldehida dan keton dapat dibedakan
dengan menggunakan peraksi-peraksi tersebut.
o Reduksi ( Adisi Hidrogen )
Reduksi keton menghasilkan alkohol primer.
c. Penggunaan Keton
Keton yang paling banyak penggunaannya adalah propanon yang dalam
dunia perdangan dan kehidupan sehari-hari disebut aseton. Kegunaan
utana aseton adalah sebagai pelarut untuk lilin, plastik, dan sirlak.
Juga sebgai pelarut untuk selulosa asetat dalam memproduksi rayon.
Dalam kehidupan sehari-hari, kaum wanita menggunakan aseton untuk
mebersihkan pewarna kuku. Beberapa keton siklik merupakan bahan untuk
membuat parfum karena berbau harum.
5. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat )

a. Tata Nama Alkanoat
Nama
asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti
akhiran a menjadi oat dan memberi awalan asam. Misalnya alkana menjadi
asam alkanoat.
CH3-CH-CH2-COOH
|
CH3
asam 3-metilbutanoat
Nama lazim asam karboksilat. Misalnya asam metanoat nama lazimnya adalah asam format.
b. Beberapa Asam Karboksilat dalam Kehidupan Sehari-hari
Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan
kulit, dan di perkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon
karet). Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka makanan. Kadar
asam asetat yang terdapat dalam cuka makanan sekitar 20-25 %.
6. Gugus Fungsi – CooR ( Ester )

Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.
Yang disebut alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada
atom O ( gugus R' ), sedangkan alkanoat adalah gugus R-COOH-. Atom C
gugus fungsi masuk ke dalam bagian alkanoat.
b. Pembuatan Ester
Ester dapat dibuat dari asam karboksilat dan
alkohol dengan pengaruh asam sulfat pekat. Reaksi ini disebut reaksi
pengesteran (esterifikasi) dan merupakan reaksi kesetimbangan.
c. Beberapa Jenis Ester dan Penggunaannya
Ester mempunyai aroma yang sedap banyak di antaranya terdapat pada
bunga atau buah-buahan sehingga disebut ester buah-buahan. Lilin (wax,
bukan lilin parafin) adalah ester dari asam karboksilat berantai
panjang dengan alkohol berantai panjang. Salah satu golongan ester yan
banyak terdapat di alam adalah lemak (fat). Beberapa contoh lemak dan
minyak adalah lemak sapi, minyak kelapa, minyak jagung, dan minyak
kelapa.
d. Sifat-sifat Estero Hidrolisis
Ester dapat terhidolisis dengan pengaruh asam membentuk
alkohol dan asam karboksilat. Reaksi hidrolisis merupakan kebalikan dan
pengesteran. Hidrolisis lemak atau minyak menghasilkan gliserol dan
asam-asam lemak. Contoh hidrolisis gliseril tristearat menghasilkan
gliserol dan asam stearat.
o Penyabunan
Reaksi ester (khususnya lemak dan minyak) dengan suatu
basa kuat seperti NaOH atau KOH menghasilkan sabun. Oleh karena itu
reaksinya disebut reaksi penyabunan (saponifikasi). Pada pembuatan
sabun juga terbentuk gliserol sebagai hasil sampingan.
7. Gugus Fungsi – X ( Halogen )
Disebut juga Haloalkana. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F, Cl, Br atau I. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Contoh, Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin.
Kesimpulan
Gugus fungsi sering digunakan untuk “memfungsionalisasikan” senyawa, memberi itu sifat fisik dan kimia yang berbeda dari itu akan dalam bentuk aslinya.Gugus fungsi akan menjalani jenis reaksi yang sama terlepas dari senyawa yang mereka menjadi bagiannya; Namun, kehadiran kelompok-kelompok fungsional tertentu dalam jarak dekat dapat membatasi reaktivitas.
Gugus fungsi dapat digunakan untuk membedakan senyawa mirip satu sama lain.
sumber referensi
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706728/materi_2.html
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/09/gugus-fungsi-senyawa-karbon-fungsional.html
http://www.sridianti.com/pengertian-gugus-fungsi.html
http://ilmualam.net/pengertian-gugus-fungsi.html
https://dsupardi.wordpress.com/kimia-xii-2/sentawa-organik/
Terimakasih materinya..
BalasHapusSangat membantu...
Nice post, Frandi.
BalasHapusNambah referensi.
Terima kasih atas penjelasannya, saya ingin bertanya apakah gugus fungsi berpengaruh pada sifat fisika dan sifat kimia pada suatu struktur senyawa? mohon penjelasannya
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya snagat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih, materinya sangat membantu, saya ingin menanyakan, reaksi apa saja yg mempengaruhi gugus fungsi suatu senyawa ?
BalasHapusTerimakasih untuk materi nya, sangat bermanfaat. semangat yaaa
BalasHapusterimaksih atas penjelasannya, bagaimana pengaruh gugus fungsi hidroksil terhadap senyawa lain?
BalasHapusmohon penjelasannya