GAYA VAN DER WAALS
Sebelum mempelajari gaya van der waals, kita pelajari terlebih dahulu tentang dipol, sebagai berikut:
Dipol
Dipol adalah singkatan dari di polar,
yang artinya dua kutub. Senyawa yang memiliki dipol adalah senyawa yang
memiliki kutub positif (δ+) di satu sisi, dan kutub negatif (δ-)
di sisi yang lain. Senyawa yang memiliki dipol biasa disebut sebagai senyawa
polar. Senyawa polar terbentuk melalui ikatan kovalen polar. Perlu diperhatikan
bahwa dipol berbeda dengan ion. Kekuatan listrik yang dimiliki dipol lebih
lemah dibanding kekuatan listrik ion. Kita pasti ingat, bahwa ion terdapat pada
senyawa ionik, dimana molekul terbagi menjadi dua , yaitu ion positif/kation
(+) dan ion negatif/anion (-).
Untuk
memahami perbedaan antara ion dan dipol, mari kita perhatikan gambar berikut
Dari
gambar di atas dapat dilihat bahwa pada senyawa ion, molekul
terbagi (bisa juga dikatakan terbelah) menjadi dua bagian. Jadi ion positif dan
ion negatif sebenarnya terpisah. Mereka bersatu hanya karena adanya gaya
tarik-menarik antar ion positif dan negatif (gaya coulomb).
Pada
senyawa polar, tidak terjadi pemisahan. Molekul merupakan satu kesatuan. Hanya
saja pada satu sisi/tepi terdapat kutub positif (δ+) dan di
sisi/tepi yang lain terdapat kutub negatif (δ-).
Untuk senyawa non polar, sama sekali tidak ada muatan listrik yang terkandung.
Untuk senyawa non polar, sama sekali tidak ada muatan listrik yang terkandung.
Gaya Van der Waals
(Gaya tarik antara dipol-dipol)
Gaya
Van der Waals merupakan gaya tarik antar dipol pada molekul polar. Molekul
polar memiliki ujung-ujung yang muatannya berlawanan. Ketika dikumpulkan, maka
molekul polar akan mengatur dirinya (membentuk formasi) sedemikian
hingga ujung yang bermuatan positif akan
berdekatan dengan ujung yang bermuata negatif dari molekul lain. tapi tentu
saja formasinya tidak statis/tetap, kenapa? Karena sebenarnya molekul selalu
bergerak dan bertumbukan/tabrakan.
Untuk
jelasnya, bisa dilihat pada gambar berikut:
Gaya
Van der Waals diperlihatkan dengan garis merah (putus-putus). Kekuatan gaya
tarik antara dipol ini biasanya lebih lemah dari kekuatan ikatan ionik atau
kovalen (kekuatannya hanya 1% dari ikatan). Kekuatannya juga akan berkurang
dengan cepat bila jarak antar dipol makin besar. jadi gaya Van der Waaals suatu
molekul akan lebih kuat pada fase padat dibanding cair dan gas.
van der Waals lahir di Leiden, Belanda,
sebagai putera Jacobus van der Waals dan Elisabeth van den Burg. Ia menjadi
guru sekolah, dan kemuian diizinkan belajar di universitas, karena kurangnya
pendidikan dalam bahasa-bahasa klasik. Ia belajar dari 1862 hingga 1865,
mendapat gelar dalam matematika dan fisika. Ia menikah dengan Anna Magdalena
Smit dan memiliki 3 putri dan 1 putra.
Pada 1866, ia menjadi direktur sekolah dasar di den Haag. Pada 1873, ia
mendapatkan gelar doktor di bawah Pieter Rijke atas tesisnya yang berjudul
"Over de Continuïteit van den Gas- en Vloeistoftoestand" (Pada
Kontinuitas Keadaan Gas dan Cair). Pada 1876, ia diangkat sebagai profesor
pertama di Universitas Amsterdam. van der Waals meninggal di Amsterdam pada
1923.
Ikatan Hidrogen
Ikatan
hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara atom hidrogen pada satu molekul
dengan atom nitrogen (N), oksigen (O), atu fluor (F) pada molekul yang lain.
Gaya tarik dipol yang kuat terjadi antara molekul-molekul tersebut. Gaya tarik
antar molekul yang terjadi memiliki kekuatan 5 sampai 10% dari ikatan kovalen.
Gambaran ikatan hidrogen dapat dilihat pada gambar berikut:
Ikatan
hidrogen diperlihatkan pada garis merah (putus-putus). Meskipun tidak terlalu
kuat, ikatan hidrogen tersebar diseluruh molekul. Inilah sebabnya air (H2O)
memiliki titik didih yang relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan senyawa
lain dengan berat molekul (Mr) yang hampir sama. Sebut misalnya CO2
(Mr=48) dalam suhu kamar sudah berwujud gas, sedangkan air (H2O)
dengan berat molekul lebih kecil (Mr=18) pada suhu kamar (20 0C)
masih berada pada fase cair.
Gaya London
Gaya
London merupakan gaya antar dipol sesaat pada molekul non polar. Seperti kita
ketahui molekul non polar seharusnya tidak mempunyai kutub/polar (sesuai dengan
namanya). Namun, karena adanya pergerakan elektron mengelilingi atom/molekul,
maka ada saat-saat tertentu dimana elektron akan "berkumpul"
(terkonsentrasi) di salah satu ujung/tepi molekul, sedang di tepi yang lain
elektronnya "kosong". Hal ini membuat molekul tersebut
"tiba-tiba" memiliki dipol, yang disebut dipol sesaat. Munculnya
dipol ini akan menginduksi dipol tetangga disebelahnya. Ketika elektron
bergerak lagi, dipol ini akan hilang kembali. Untuk jelasnya dapat dilihat pada
gambar berikut:
Ketika dipol sesat terjadi, akan timbul
pula gaya london (garis biru putis-putus). Ketika dipol hilang, gaya london pun
hilang. Kekuatan Gaya london bergantung pada berbagai faktor:
Pengaruh Gaya
Antar Molekul terhadap Sifat Fisis Senyawa
Gaya
tarik-menarik antara muatan positif dari dipol yang satu dengan muatan negatif
dari dipol yang lain akan menentukan sifat fisis molekul, seperti titik didih
dan titik beku. Gaya tarik-menarik juga menentukan bagaimana wujud suatu
molekul, apakah berupa padatan, cair atau uap. Gaya tarik-menarik yang besar
antaratom memungkinkan molekul pada suhu tertentu berbentuk padatan. Pada
keadaan gas, molekul berdiri sendiri dan tidak ada gaya tarik-menarik
antarmolekul. Pada keadaan cair, akan dibutuhkan lebih sedikit gaya
tarik-menarik antarmolekul dibandingkan keadaan padatnya.
Perubahan
bentuk molekul padatan menjadi cair memerlukan energi yang besar untuk
mengimbangi gaya tarik-menarik tersebut. Energi ini ditunjukkan dengan titik
cair (titik leleh) molekul. Begitu pula untuk menguapkan molekul yang berupa
cairan, diperlukan energi yang ditunjukkan dengan titik didih. Maka, apabila
gaya tarik antarmolekul besar, semakin besar pula titik didihnya. Titik beku
menunjukkan besarnya energi yang dibutuhkan molekul untuk berikatan. Besarnya titik
beku sebanding dengan gaya yang terjadi antar molekulnya. Perhatikan contoh
soal berikut agar kalian lebih paham.
Contoh
Soal Gaya Antar Molekul :
Tentukan
wujud molekul di bawah ini dengan melihat sifat fisisnya.
|
Molekul
|
H2
|
N2
|
O2
|
Cl2
|
|
Mr
|
2
|
28
|
32
|
71
|
|
Titik didih
|
-235
|
-196
|
-183
|
-35
|
Penyelesaian :
Wujud molekulnya
|
Molekul
|
H2
|
N2
|
O2
|
Cl2
|
|
Mr
|
2
|
28
|
32
|
71
|
|
Titik didih
|
-235
|
-196
|
-183
|
-35
|
|
Wujud molekul
|
Gas
|
Gas
|
Gas
|
Gas
|
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/06/gaya-london-gaya-tarik-dipol-dipol.html




Terima kasih atas penjelasannya sangat menarik dan lengkap
BalasHapusTrimakasih atas materinya, saya ingin bertanya bagaimana pengaruh antar molekul terhadap sifat fisis dari suatu senyawa ?
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih ulasan yang sangat bermanfaat.
BalasHapusterimakasih atas materinya
BalasHapusterimkasih atas materinya
BalasHapusterima kasih materinya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih materinya sangat bermanfaat 😊
BalasHapusTerima kasih materinya
BalasHapusterimakasih yahh atas materinya, ini rapih sekali, semoga kedepannya lebih bnyak lagi tulisan yang bermanfaat
BalasHapusTerimakasih materinya ya..Bagaimana struktur senyawa asiklik yang memilki gugus halogen reaktif dapat menjelaskan gaya van der walls ya? Trmksh
BalasHapusTerima kasih atas materinya yang sangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerima kasih atas materinya yang sangat bermanfaat sekali
BalasHapusterima kasih atas materi yang telah saudara paparkan, menarik dan bermanfaat sekali untuk dijadikan sebagai referensi:)
BalasHapusterimakasih materinya sangat bermanfaat dan menarik sekali
BalasHapusTerima kasih atas materinya, cukup lengkap dan menambah referensi
BalasHapusSaran, tulisan diperbesar, spasi antar paragraf jangan terlalu jauh.
BalasHapusOver all, great.